18 November 2013



PEDOMAN PERLOMBAAN

Tema :
Pengabdianku Untuk Jawa Barat

Tujuan Perlombaan:
a.    Meningkatkan rasa kepedulian siswa SMA
b.    Menumbuhkan  perilaku mengabdi ke masyarakat pada siswa SMA sejak dini
c.    Memperkenalkan Volunteer Doctors pada siswa SMA
d.    Memfasilitasi siswa SMA untuk melakukan pengabdian secara langsung ke masyarakat

Persyaratan administrasi
·          Peserta adalah pelajar SMA/sederajat yang telah terdaftar sebagai peserta Lomba Esai Volunteer Doctors
·           Peserta bersifat individu/perorangan
·          Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 20.000  yang dibayar via transfer ke rekening BNI 0231407036 a,n. Nurul Siti Latifah dan mengirimkan scan bukti pembayaran bersama dengan naskah esai dan kelengkapan lainnya (lihat bagian pengiriman karya)

Ketentuan Penulisan karya
·          Naskah adalah hasil karya orisinil/asli yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media mana pun, bukan jiplakan, bukan terjemahan atau saduran , belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis, dan/atau tidak pernah digunakan untuk media komunikasi apapun.
·           Judul esai bebas sesuai dengan tema  dan menggambarkan isi dari esai tersebut dengan tetap menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
·           Naskah esai terdiri dari minimal 3 halaman dan maksimal 10 halaman.
·           Esai dibuat tanpa cover atau halaman judul
·          Naskah diketik di kertas A4, font Times New Roman,font size: 12, spasi 1,5. Margin 4 cm kiri, 3 cm kanan, 3 cm bawah, dan 3 cm atas.
·           judul diketik dengan huruf capital
·           di bawah judul disertakan nama penulis;
·           di bawah nama penulis disertakan asal sekolah penulis;
·           Naskah esai yang dikirim menjadi hak milik Panitia.
·          Panitia memiliki hak dan wewenang untuk mempublikasikan naskah essai dengan tetap mencantumkan nama penulisnya.
·           Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak bisa diganggu-gugat.


Pengiriman Karya
·          Naskah dikirim melalui e-mail paling lambat tanggal 9 Desember 2013 pukul 24.00 WIB ke lombaesaivold@gmail.com
·           Berkas yang dikirim meliputi:
1.   Naskah esai  (dalam bentuk file word)
2.    Lembar orisinalitas karya  yang  dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF. Lembar orisinalitas tersebut dapat diunduh disini 
3.   Formulir  pendaftaran peserta yang dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF. Formulir pendaftaran tersebut dapat diunduh disini
4.    Kartu pelajar  yang dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF
5.    Bukti pembayaran yang dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF
·           Karya yang dikirimkan harus sesuai dengan format/ketentuan yang diberikan oleh panitia

Hadiah
Juara I :
uang Rp 250.000 + sertifikat juara+plakat juara dan mewujudkan mimpi pengabdian bersama Vol-D

Juara II :
uang Rp 200.000 + sertifikat juara+plakat juara dan mewujudkan mimpi pengabdian bersama Vol-D

Juara III :
uang Rp150.000.+ sertifikat juara +plakat juara dan mewujudkan mimpi pengabdian bersama Vol-D


Info Tambahan

·           Pemenang akan dihubungi oleh panitia via telepon.
·          Pengumuman pemenang bisa dilihat melalui blog: volunteerdr.blogspot.com , fb: Lomba Esai Vol-d , dan twitter: @lombaesaivold  pada tanggal 14-15 Desember 2013.
·          Peserta lomba esai yang tidak mendapat juara dapat ikut serta dalam perwujudan mimpi pengabdian para pemenang bersama Vol-D. (ketentuan akan dikabarkan lebih lanjut)


Contact Person:
Erva Monica (081313516911)
Nurul Siti Latifah (085624623903)

Info lebih lanjut :
blog    : volunteerdr.blogspot.com
fb        : Lomba Esai Vol-d
twitter : @lombaesaivold

Posted on Monday, November 18, 2013 by volunteerdoctors

No comments

12 November 2013



PEDOMAN PERLOMBAAN

Tema :
Pengabdianku Untuk Jawa Barat

Tujuan Perlombaan:
a.    Meningkatkan rasa kepedulian siswa SMA
b.    Menumbuhkan  perilaku mengabdi ke masyarakat pada siswa SMA sejak dini
c.    Memperkenalkan Volunteer Doctors pada siswa SMA
d.    Memfasilitasi siswa SMA untuk melakukan pengabdian secara langsung ke masyarakat

Persyaratan administrasi
·          Peserta adalah pelajar SMA/sederajat yang telah terdaftar sebagai peserta Lomba Esai Volunteer Doctors
·           Peserta bersifat individu/perorangan
·          Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 20.000  yang dibayar via transfer ke rekening BNI 0231407036 a,n. Nurul Siti Latifah dan mengirimkan scan bukti pembayaran bersama dengan naskah esai dan kelengkapan lainnya (lihat bagian pengiriman karya)

Ketentuan Penulisan karya
·          Naskah adalah hasil karya orisinil/asli yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media mana pun, bukan jiplakan, bukan terjemahan atau saduran , belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis, dan/atau tidak pernah digunakan untuk media komunikasi apapun.
·           Judul esai bebas sesuai dengan tema  dan menggambarkan isi dari esai tersebut dengan tetap menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
·           Naskah esai terdiri dari minimal 3 halaman dan maksimal 10 halaman.
·           Esai dibuat tanpa cover atau halaman judul
·          Naskah diketik di kertas A4, font Times New Roman,font size: 12, spasi 1,5. Margin 4 cm kiri, 3 cm kanan, 3 cm bawah, dan 3 cm atas.
·           judul diketik dengan huruf capital
·           di bawah judul disertakan nama penulis;
·           di bawah nama penulis disertakan asal sekolah penulis;
·           Naskah esai yang dikirim menjadi hak milik Panitia.
·          Panitia memiliki hak dan wewenang untuk mempublikasikan naskah essai dengan tetap mencantumkan nama penulisnya.
·           Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak bisa diganggu-gugat.


Pengiriman Karya
·          Naskah dikirim melalui e-mail paling lambat tanggal 9 Desember 2013 pukul 24.00 WIB ke lombaesaivold@gmail.com
·           Berkas yang dikirim meliputi:
1.   Naskah esai  (dalam bentuk file word)
2.    Lembar orisinalitas karya  yang  dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF. Lembar orisinalitas tersebut dapat diunduh disini 
3.   Formulir  pendaftaran peserta yang dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF. Formulir pendaftaran tersebut dapat diunduh disini
4.    Kartu pelajar  yang dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF
5.    Bukti pembayaran yang dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF
·           Karya yang dikirimkan harus sesuai dengan format/ketentuan yang diberikan oleh panitia

Hadiah
Juara I :
uang Rp 250.000 + sertifikat juara+plakat juara dan mewujudkan mimpi pengabdian bersama Vol-D

Juara II :
uang Rp 200.000 + sertifikat juara+plakat juara dan mewujudkan mimpi pengabdian bersama Vol-D

Juara III :
uang Rp150.000.+ sertifikat juara +plakat juara dan mewujudkan mimpi pengabdian bersama Vol-D


Info Tambahan

·           Pemenang akan dihubungi oleh panitia via telepon.
·          Pengumuman pemenang bisa dilihat melalui blog: volunteerdr.blogspot.com , fb: Lomba Esai Vol-d , dan twitter: @lombaesaivold  pada tanggal 14-15 Desember 2013.
·          Peserta lomba esai yang tidak mendapat juara dapat ikut serta dalam perwujudan mimpi pengabdian para pemenang bersama Vol-D. (ketentuan akan dikabarkan lebih lanjut)


Contact Person:
Erva Monica (081313516911)
Nurul Siti Latifah (085624623903)

Info lebih lanjut :
blog    : volunteerdr.blogspot.com
fb        : Lomba Esai Vol-d
twitter : @lombaesaivold

Posted on Tuesday, November 12, 2013 by volunteerdoctors

No comments

19 February 2013


Sebuah perjalanan bersama Volunteer Doctors dan WALHI Jabar dalam rangkaian Balai Pengobatan tanggap bencana banjir Desa Bojong Citepus, Dayeuh Kolot, Kab. Bandung.



2 hari sebelum hari itu, saya mendapatkan pesan singkat dari sang ketua bahwa kami mendapatkan tawaran bekerja sama   dengan salah satu lembaga yang namanya sudah tidak diragukan lagi, ya salah satu dari lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup. WALHI Jabar.

Awalnya cukup terkejut mendapatkan kabar yang sangat “dadakan” itu. Kami dari tim Volunteer Doctorsdiminta untuk turun tanggap bencana banjir memberikan bantuan medis. Sehari sebelum, YA tepat sehari sebelumnya kami diberitahukan.

Mendapat berita itu saya sangat  optimis, tim kami pasti siap kapanpun. Entah itu yang sifatnya direncanakan dari jauh-jauh hari, atau bahkan yang sifatnya terkesan “mendadak” seperti ini. Tapi, ya, yang namanya tanggap bencana sih memang harus siap diminta dadakan seperti ini, pikir saya. Siapa  yang tahu sih kapan bencana akan datang, tidak tahu juga, kan?

Baiklah, saya terima penawaran bekerja sama dan turun untuk memberikan bantuan medis, karena tadi. Saya  optimis bahwa SDM yang turun pasti pun akan selalu siap.  Informasi ini,  seketika langsung saya sebarkan melalui ketua masing-masing angkatan. Sehubungan dengan waktu yang sangat “mepet” ini, saya langsung saja mengabari secara personal orang-orang yang saya kenal dan saya minta bantuannya secara langsung.

Unlucky me! Ternyata saya salah, sampai pukul 22.00 saya msh baru mendapatkan beberapa SDM  saja. Rupanya saya lupa, bertepatan dengan waktu kami akan turun tanggap bencana keesokan hari adalah hari libur, hari libur panjang dan saya cek jadwal kami di kuliahan pun memang sudah libur.

Sudahlah, tak bisa disalahkan jika nyaris dari sekian banyak SDM  yang ada, pun sudah memiliki agenda lain, baik itu agenda berkumpul dengan keluraga mereka (saya tahu ini waktu termahal orang-orang berkumpul bersama keluarganya dan terlebih bagi mereka si anak perantauan), atau agenda kegiatan sosial lainnya yang sudah terlebih dahulu diagendakan.

Kendala mencari SDM tak berhenti sampai disitu, ditengah kesulitan ini, ternyata salah seorang teman saya yang sedari tadi mungkin mendengarkan keluh kesah saya, berinisiatif untuk menawarkan diri menjadi relawan tanggap bencana banjir ini.

Alhamdulillah…

Kendala itu terlalui… dapatlah 6 orang relawan yang siap turun untuk keesokan harinya.
23-12-2012 : tiba saatnya kami berangkat ke tempat tanggap bencana banjir tersebut.

Perjalanan menuju  tempat tersebut cukup”jauh”  bagi saya karena tempat itu untuk pertama kalinya saya kunjungi.
Setiba di tempat kami akan menggelar balai pengobatan itu seketika membuat kami tercengang. Ternyata benar adanya bahwa bajir yang melanda di sana benar-benar merendam setengah bagian dari rumah warga itu bukan hanya wacana. Itu nyata dan terlihat jelas.

Ironisnya, ditengah genangan-genangan air setengah tubuh orang dewasa itu, dengan warna “keruh” dan sampah yang bertebaran  dimana-mana  itu disukai oleh anak-anak. Mereka bahkan terlihat senang bermain, dan berenang layaknya berenang di kolam renang.

Kami mencoba menyusuri dan melihat  beberapa jalanan dan rumah-rumah yang terendam banjir. Pemandangan itu mencengangkan bagi kami.
Pukul 10.00 kami bersiap untuk memulai menggelar Balai Pengobatan. Seperti yang sudah ditargetkan, awalnya kami hanya menargetkan 60 pasien. Pada hari itu, ada sekitar 75-80 pasien yang mendafatar  untuk balai pengobatan.

Penyakit yang muncul pun lagi-lagi penyakit yang sama “tinea pedis” lagi lagi itu. Kalau tidak, penyakit infeksi lainnya. Khas sekali memang. Beruntungnya  saat itu kami tidak terlalu kekurangan dalam hal obat-obatan.

Mereka terlihat senang dan antusias   dengan pelayanan yang diberikan. Yang cukup mencengankan lagi adalah perjalanan mereka menuju ke tempat pengobatan itu sampai menggunakan perahu. Ya, perahu! Bahkan sebagian anak-anak yang mau berobat, mereka dengan senang hati mengarungi perjalanan dengan berenang. Ya, berenang! Dan tiba di depan kami dengan badan basah kuyup, meminta obat, atau memintakan obat bagi keluarganya yang tidak bisa datang ke tempat kami karena kakinya bengkak dan tidak bisa berjalan akibat dari penyakit tadi, ya, tinea pedis.

Sepanjang kegiatan saya pun tak henti berpikir, masalah kesehatan yang terjadi  memang tidak dapat diselesaikan melalui aspek medis SAJA. Melainkan banyak pihak yang harus terkait. Sebagai upaya pencegahan yang baik, berpikir lebih jauh bagaimana jika dan bagaimana jika. Tak henti.

Pemandangan lain yang dilihat seorang teman kami yang berada di bagian obat. Dia harus melihat air pasang menit demi menit. Awalnya pemandangan di luar tempat kami menggelar balai pengobatan ini kering, lalu seiring berjalannya waktu, sampai siang, air makin naik ke permukaan, menutupi sebagian jalan kami untuk keluar. Padahal, hujan belum turun. Dengan perasaan was-was… rasanya kami tak mau sampai terkurung ditempat itu. Tepat pukul 13.00 pun kami mengakhiri kegiatan balai pengobatan dan segera bergegas ke tempat kami memarkirkan kendaraan. Kering... tapi air dapat pasang kapanpun, kami tidak tahu… dan pemandangan di sekitar masih tetap sama. Warga-warga berkerumulan di beberapa rumah warga lainnya yang tidak atau mungkin belum terendam banjir.
Pukul 13.30 tepat kami meninggalkan tempat tersebut. Dan pulang disambut dengan hujan besar dan banjir saat keluar dari daerah Dayeuh Kolot :)

Lelah yang terbayarkan. Begitulah kiranya yang saya rasakan.
Rasa lelah setelah seharian mengurusi dan mencoba memberikan yang terbaik, akhirnya terbayarkan dengan senyum bahagia mereka atas kehadiran kami. Rasa lelah terbayarkan dengan doa-doa  tulus yang terlontar dari mulut mereka. Rasa lelah terbayarkan dengan syukur karena masih banyak nikmat berlimpahan di sekelilingku yang terkadang sering terlupakan untuk disyukuri. Rasa lelah terbayarkan dengan segudang sentilan yang membuat saya berpikir banyak hal.
Ya, rasa lelah yang terbayarkan, begitulah kiranya perasaan saya.

Ketika satu pertanyaan saya tanyakan dalam hati, kenapa saya mau melakukan ini semua? apa balasannya? apa untungnya buat saya? kenapa saya melakukannya? kenapa kegiatan ini saya perjuangkan? kenapa? kenapa rela meluangkan waktu liburan hanya untuk kegiatan seperti ini? toh banyak kegiatan lain yang lebih menyenangkan? kenapa masih berkutat dengan kegiatan ini? kenapa bukankah tidur dan beristirahat di rumah pada saat liburan itu lebih menyenangkan dibandingkan ini semua? kenapa rela mengorbankan pekerjaan yang belum terselesaikan hanya untuk kegiatan ini? kenapa?

dan sekarang..... saya mengetahui jawabanya :)


KONTRIBUTOR : -Andina Rostaviani-

Posted on Tuesday, February 19, 2013 by volunteerdoctors

No comments

13 June 2012


Oleh :
-          Intan Datya
-          Lee Shok Chen
-          Muhammad Hafizd Bin Munir
-          Mohd Najmir


Kesan Selama Di Vol-D

            Sudah dari tanggal berapa ya saya ikut diklat Vol-D? Biasanya, ketika saya mengikuti suatu diklat, saya menghitung hari, sudah berapa lama saya iku diklat itu.
Tapi tdak untuk diklat kali ini.
Dari awal mengikuti Diklat ini, saya merasa bahwa Vol-D adalah organisasi yang hangat. Pertama kalinya saya ikut ke kegiatan balai pengobatan di anak jalanan, saya merasa senang, tidak ada perasaan negative seperti capek ataupun buang buang waktu satupun. Disana kami yang masih peserta diklat baru sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Disana, entah kenapa saya terus merasa tersenyum, melihat anggota Vol-D bekerja, serta melihat para anak jalanan itu beraktivitas, bernyanyi.
Itu adalah suatu moment yang tidak akan mudah untuk didapatkan.
Selama saya mengikuti diklat Vol-D , begitu banyak pelajaran yang didapatkan. Pelajaran yang bias saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang berguna.
Selama saya mengikuti diklat Vol-D , saya bias tahu bagaimana akrabnya setiap anggota satu sama lain. Bahkan bersama adek kelas, mereka tidak segan untuk tertawa bersama.
Selama saya mengikuti diklat Vol-D , saya tidak pernah merasa sia sia saat mengikutinya.  Segala kebersamaan dan kehangatan yang didalamnya sangat jarang didapatkan di diklat organisasi lain. Diklat yang mendekatkan satu sama lain.
Saya sedih. Sedih saat sekali itu saya tidak masuk diklat Vol-D. karena pastinya, banyak pengetahuan yg saya lewatkan. Banyak kebersamaan yang saya lewatkan.
Saya memang tidak bisa menulis kata2 yang panjang. Tapi pada akhirnya, yang bisa saya katakana adalah, Vol-D punya kekeluargaan yang erat, yang dilihat dari luar pun kita ingin masuk ke dalamnya. Vol-D menyalurkan ilmu yang bermanfaat, sangat bermanfaat menurut saya.
Saya harap saya bisa terus berjalan bersama Vol-D, dengan kehangatan dan kekeluargaan didalamnya

Intan Datya
FK Unpad

            I am happy that I have the chance to join vol-d, I m enjoying myself throughout the training , may be except the theory part because it is conducted in bahasa Indonesian. The seniors are friendly and helpful. They will be helpful in helping us to understand the theory. I will continue to stay and be part of the member.
Lee Shok Chen
FK Unpad
Perasaan saya ketika bersama Volunteer Doctor adalah sangat mengasikkan.Banyak input yang diperolehi daripada diklat diklat ketika bersama vol-D.Selain itu juga ketika bersama Vol-D saya berasa tidak seperti diklat lain yang pernah saya ikuti hal ini memberikan motivasi kepada diri saya untuk sentiasa mengikuti diklat Vol-D jika tidak ada perkara yang menghalang.Ketika berada di diklat juga suasana begitu mengasikkan.Thanks

Muhammad Hafidz
FK Unpad

Buat masa kini, saya masih gembira bersama volD, udah ada makin banyak kenalan, udah pernah sekali ke balai pengobatan di Lembang dan berharapan untuk menyusun atur lagi jadwal supaya punya lagi kesempatan buat ke sana. Saya juga rasa volD mampu bantu saya untuk menjadi lebih baik dari sudut akademika, sopan santun dan kesyukuran pada Allah.
Mohd Najmir
FK Unpad


Posted on Wednesday, June 13, 2012 by volunteerdoctors

No comments